

MAKASSAR, TERASBERITA.NEWS – Realisasi investasi di Kota Makassar mencapai lebih dari Rp2,7 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Capaian tersebut setara sekitar 77 persen dari target investasi yang ditetapkan Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp3,5 triliun untuk tahun ini.
Data tersebut disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar sebagai gambaran perkembangan aktivitas investasi di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala DPM-PTSP Kota Makassar, Mario Said, menyebutkan bahwa realisasi investasi masih berpotensi meningkat pada semester kedua. Pemerintah optimistis masuknya investasi baru dan perkembangan usaha yang sudah berjalan dapat mendorong pencapaian target hingga akhir tahun.
Pemkot Makassar bahkan berharap nilai investasi pada 2026 dapat melampaui realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp5,2 triliun.
Sejumlah sektor menjadi penyumbang investasi di Makassar. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencatat nilai sekitar Rp638,78 miliar. Sementara itu, perdagangan dan reparasi mencapai sekitar Rp451,90 miliar, disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sekitar Rp351,88 miliar.
Investasi juga tercatat pada sektor pertambangan dengan nilai sekitar Rp281,70 miliar serta hotel dan restoran sekitar Rp224,98 miliar.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan investasi di Makassar tersebar di berbagai bidang usaha, mulai dari transportasi dan logistik hingga properti, perdagangan, serta pariwisata.
Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif melalui peningkatan pelayanan perizinan dan dukungan terhadap pengembangan usaha.
Dengan capaian lebih dari Rp2,7 triliun pada semester pertama, pemerintah berharap momentum pertumbuhan investasi dapat berlanjut sehingga membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.