DPRD Kota Makassar

40.494 Rumah di Makassar Ditargetkan Bebas Iuran Sampah, Pemkot Perluas Keringanan bagi Warga

waktu baca 3 minutes
Senin, 28 Sep 2026 11:15 0 17 Redaksi

MAKASSAR, TERASBERITA.NEWS — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan kebijakan pembebasan iuran sampah bagi puluhan ribu rumah tangga. Dalam pemberitaan yang diterbitkan pada 4 September 2026, sebanyak 40.494 rumah dengan daya listrik 1.300 VA menjadi sasaran program keringanan tersebut.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses pelayanan kebersihan sekaligus meringankan pengeluaran masyarakat. Program tersebut juga berkaitan dengan dorongan agar warga mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menjadi salah satu pejabat yang menyampaikan perkembangan kebijakan tersebut. Program ini perlu dilaksanakan dengan pendataan yang jelas agar penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah.

Perluasan Sasaran Penerima Manfaat

Pembebasan iuran sampah menyasar rumah tangga yang dinilai membutuhkan dukungan dalam memenuhi biaya layanan kebersihan. Daya listrik digunakan sebagai salah satu indikator dalam penentuan kelompok sasaran program.

Namun, pelaksanaan kebijakan tidak cukup hanya mengandalkan kategori daya listrik. Pemerintah tetap perlu memastikan data rumah tangga akurat, mencegah penerima ganda, dan menyediakan mekanisme koreksi apabila terdapat warga yang memenuhi persyaratan tetapi belum terdata.

Dengan jumlah sasaran mencapai puluhan ribu rumah, koordinasi antara perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta pengurus lingkungan menjadi penting. Pendataan yang rapi dapat membantu memastikan informasi mengenai penerima program tersampaikan secara tepat.

Pemerintah juga perlu menyampaikan secara terbuka apakah program berlaku otomatis bagi rumah tangga yang memenuhi kriteria atau memerlukan proses verifikasi dan pengajuan. Penjelasan tersebut penting agar masyarakat tidak salah memahami mekanisme pembebasan iuran.

Keringanan Biaya dan Pelayanan Kebersihan

Iuran sampah merupakan bagian dari pembiayaan pelayanan persampahan di tingkat kota. Ketika sebagian rumah tangga memperoleh pembebasan, pemerintah perlu memastikan pelayanan pengangkutan dan pengelolaan sampah tetap berjalan.

Artinya, kebijakan keringanan harus berjalan bersama perencanaan anggaran, kesiapan petugas, armada pengangkut, dan fasilitas pengolahan. Kualitas pelayanan tetap menjadi kebutuhan seluruh warga, termasuk rumah tangga yang memperoleh pembebasan iuran.

Program ini juga memiliki dimensi sosial. Keringanan biaya dapat membantu rumah tangga mengatur pengeluaran untuk kebutuhan pokok lainnya. Meski demikian, manfaat langsung yang diterima setiap keluarga bergantung pada besaran iuran yang sebelumnya dibayarkan dan ketentuan teknis program.

Karena itu, informasi mengenai nilai keringanan, periode berlaku, dan cara memastikan status kepesertaan perlu disediakan oleh pemerintah melalui saluran resmi.

Pemilahan Sampah Perlu Diperkuat

Perluasan pembebasan iuran sampah juga perlu diiringi perubahan perilaku masyarakat. Pemilahan sampah dari rumah merupakan salah satu langkah yang dapat membantu mengurangi beban pengelolaan di tempat pemrosesan akhir.

Sampah organik, bahan yang dapat didaur ulang, dan residu sebaiknya dipisahkan sesuai sistem yang diterapkan di wilayah masing-masing. Upaya tersebut akan lebih efektif apabila didukung edukasi berkelanjutan dan jadwal pengangkutan yang jelas.

Pemerintah tidak dapat mengandalkan petugas kebersihan semata untuk menyelesaikan persoalan sampah. Rumah tangga, pelaku usaha, komunitas, serta pengelola fasilitas umum juga berperan dalam mengurangi sampah dan menjaga lingkungan.

Transparansi Menjadi Kunci Pelaksanaan

Dengan sasaran penerima yang besar, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program. Pemerintah perlu menyediakan informasi mengenai persyaratan, tahapan pendataan, kanal pengaduan, dan prosedur untuk memperbaiki data yang tidak sesuai.

Masyarakat juga perlu mengetahui pihak yang dapat dihubungi apabila menemukan perbedaan informasi mengenai status iuran. Mekanisme pengaduan yang mudah dijangkau dapat membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus meningkatkan pengawasan pelaksanaan program.

Pembebasan iuran sampah pada akhirnya bukan hanya persoalan pengurangan biaya rumah tangga. Kebijakan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun sistem persampahan yang lebih partisipatif, tertib, dan berkelanjutan.

LAINNYA