DPRD Kota Makassar

Antrean BBM Ganggu Mobilitas, Pemkot Makassar Alihkan Pembelajaran PAUD hingga SMP ke Daring

waktu baca 3 minutes
Senin, 7 Sep 2026 20:19 0 5 Redaksi

MAKASSAR, TERASBERITA.NEWS — Pemerintah Kota Makassar memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) mulai 12 September 2026. Kebijakan sementara tersebut diambil untuk mengurangi mobilitas kendaraan di tengah antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah taktis untuk merespons kondisi yang berdampak pada perjalanan masyarakat. Dengan pembelajaran daring, siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa harus melakukan perjalanan dari rumah ke sekolah.

Kebijakan itu diumumkan ketika antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menambah kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam-jam ketika aktivitas sekolah dan pekerjaan berlangsung bersamaan.

Pembelajaran Tetap Berjalan

Peralihan sementara ke pembelajaran daring bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Sekolah tetap diharapkan menjalankan proses belajar dengan menyesuaikan metode penyampaian materi, komunikasi antara guru dan siswa, serta mekanisme pemantauan kegiatan belajar.

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh memerlukan kesiapan sekolah dan keluarga. Guru perlu menyusun kegiatan yang dapat dilakukan siswa dari rumah, sementara orang tua atau wali membantu memastikan anak memperoleh informasi dan arahan pembelajaran.

Kondisi akses internet dan perangkat juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Tidak semua keluarga memiliki fasilitas digital yang sama, sehingga sekolah perlu mempertimbangkan alternatif penyampaian materi bagi peserta didik yang menghadapi keterbatasan akses.

Karena itu, keberhasilan pembelajaran daring tidak hanya bergantung pada penerbitan surat edaran. Koordinasi antara dinas pendidikan, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan peserta didik dibutuhkan agar kegiatan belajar tetap berlangsung dengan baik.

Mengurangi Perjalanan di Tengah Antrean BBM

Antrean panjang BBM dapat memengaruhi aktivitas harian, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja hingga distribusi barang dan jasa. Kendaraan yang mengantre di sekitar SPBU juga berpotensi menambah kepadatan pada ruas jalan tertentu.

Dengan mengurangi perjalanan rutin siswa ke sekolah untuk sementara waktu, pemerintah berharap pergerakan kendaraan pada jam sibuk dapat ditekan. Langkah tersebut merupakan bagian dari respons terhadap situasi yang saat itu terjadi, bukan pengganti penyelesaian persoalan pasokan dan distribusi BBM.

Pemerintah juga perlu terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kejelasan informasi mengenai status kebijakan sekolah daring, durasi pelaksanaan, dan kemungkinan perubahan aturan penting disampaikan kepada sekolah serta orang tua.

Kebijakan yang bersifat sementara perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan antrean dan ketersediaan BBM. Keputusan untuk kembali ke pembelajaran tatap muka sebaiknya disertai informasi resmi agar keluarga dapat menyiapkan kebutuhan anak dengan tepat.

Menjaga Kualitas Pendidikan

Situasi darurat menuntut pemerintah mengambil langkah yang cepat, tetapi keberlangsungan pendidikan tetap perlu menjadi pertimbangan utama. Sekolah dapat menyesuaikan beban tugas dan metode belajar agar pembelajaran daring tidak menambah kesulitan bagi siswa maupun orang tua.

Guru juga perlu memastikan materi inti tetap tersampaikan. Komunikasi yang teratur dapat membantu siswa mengetahui jadwal kegiatan, tugas yang harus dikerjakan, serta cara meminta bantuan ketika mengalami kendala.

Evaluasi terhadap kebijakan ini dapat mencakup kehadiran siswa dalam kegiatan daring, penyelesaian materi, kendala akses, dan masukan dari orang tua. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan apabila kebijakan serupa kembali diperlukan.

Koordinasi untuk Menangani Dampak Kelangkaan

Penerapan sekolah daring menunjukkan bahwa persoalan distribusi BBM dapat memengaruhi berbagai sektor pelayanan publik. Penanganannya membutuhkan koordinasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola SPBU, dan instansi yang berwenang dalam distribusi energi.

Dalam jangka pendek, pengurangan mobilitas dapat membantu mengurangi perjalanan yang tidak mendesak. Namun, pemulihan kondisi tetap bergantung pada kelancaran pasokan, distribusi yang tertib, serta penanganan penyebab antrean.

Pemkot Makassar menyampaikan kebijakan tersebut sebagai upaya menjaga kegiatan belajar sekaligus mengurangi mobilitas kendaraan. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah dan sekolah ag

LAINNYA