DPRD Kota Makassar

Pete-Pete Laut Makassar Dievaluasi Setelah Tiga Bulan, Pemkot Kaji Rute dan Kebutuhan BBM

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 26 Sep 2026 10:16 0 6 Redaksi

MAKASSAR, TERASBERITA.NEWS — Layanan transportasi laut Pete-Pete Laut yang dikelola Pemerintah Kota Makassar terus dievaluasi setelah beroperasi selama lebih dari tiga bulan. Evaluasi mencakup perjalanan armada, kondisi operasional, rute pelayanan, serta kebutuhan anggaran bahan bakar minyak atau BBM.

Layanan tersebut disiapkan untuk membantu mobilitas masyarakat antarpulau di wilayah Makassar. Kehadiran transportasi laut menjadi salah satu pilihan perjalanan bagi warga yang aktivitas sehari-harinya bergantung pada konektivitas antara pulau dan kawasan perkotaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menyampaikan bahwa secara umum layanan Pete-Pete Laut kembali beroperasi setelah sempat mengalami gangguan teknis. Gangguan tersebut berkaitan dengan kerusakan pada bagian baling-baling yang dalam pemberitaan disebut sebagai “kepala babi”.

Armada dilaporkan sempat tidak beroperasi selama sekitar tiga pekan sebelum perbaikan dilakukan. Setelah perbaikan, layanan kembali berjalan.

Evaluasi Setelah Masa Operasional Awal

Masa operasional awal menjadi tahap penting bagi pemerintah untuk melihat kebutuhan nyata layanan transportasi laut. Evaluasi diperlukan agar pengelola dapat mengetahui apakah rute yang tersedia telah menjangkau kebutuhan masyarakat dan apakah frekuensi perjalanan sesuai dengan aktivitas penumpang.

Pengamatan terhadap jumlah pengguna, waktu perjalanan, kondisi armada, serta kebutuhan perawatan dapat menjadi dasar untuk menyusun perbaikan. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan masukan warga yang menggunakan layanan tersebut secara rutin.

Rute transportasi laut memiliki karakteristik yang berbeda dari layanan darat. Operasionalnya dipengaruhi kondisi perairan, kesiapan kapal, keselamatan penumpang, serta ketersediaan bahan bakar. Karena itu, evaluasi tidak hanya menyangkut jadwal perjalanan, tetapi juga kesiapan teknis dan biaya operasional.

Kebutuhan Anggaran BBM

Salah satu hal yang dibahas dalam evaluasi ialah kebutuhan tambahan anggaran BBM. Pengoperasian armada secara rutin membutuhkan perencanaan biaya agar layanan dapat berjalan konsisten dan tidak mudah terganggu.

Pengajuan penambahan anggaran tidak serta-merta berarti anggaran telah disetujui. Proses tersebut perlu melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam penyusunan kebutuhan anggaran, pemerintah perlu mempertimbangkan frekuensi perjalanan, panjang rute, konsumsi bahan bakar, jadwal perawatan, dan kebutuhan operasional lainnya. Perhitungan yang terukur dapat membantu memastikan dana digunakan sesuai kebutuhan layanan.

Di samping itu, transparansi informasi mengenai operasional dan penggunaan anggaran dapat membantu masyarakat memahami kebutuhan layanan transportasi antarpulau.

Rute dan Kebutuhan Masyarakat

Evaluasi rute menjadi aspek penting karena tujuan utama transportasi publik adalah mendukung mobilitas masyarakat. Rute yang efektif perlu mempertimbangkan lokasi permukiman, titik keberangkatan dan kedatangan, kebutuhan perjalanan warga, serta keterhubungan dengan moda transportasi lain.

Apabila terdapat rencana perubahan atau penambahan rute, pemerintah perlu mengkajinya berdasarkan data penumpang dan kebutuhan warga. Informasi mengenai jadwal dan lokasi layanan juga harus disampaikan dengan jelas agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan.

Keterlibatan pengguna dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kendala yang tidak selalu terlihat dalam laporan operasional. Masukan tersebut dapat mencakup waktu tunggu, kemudahan akses menuju dermaga, kenyamanan, dan kepastian jadwal.

Keselamatan dan Keandalan Layanan

Gangguan mesin yang sempat menghentikan operasional selama beberapa pekan menunjukkan pentingnya pemeliharaan armada secara berkala. Transportasi laut harus mengutamakan keselamatan penumpang, sehingga pemeriksaan teknis tidak boleh diabaikan demi mengejar frekuensi perjalanan.

Pemerintah perlu memastikan prosedur pemeriksaan sebelum berlayar, kesiapan perlengkapan keselamatan, kompetensi awak, serta mekanisme penanganan ketika terjadi gangguan. Jadwal pemeliharaan yang terencana juga dapat mengurangi risiko kerusakan mendadak.

Keandalan layanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan masyarakat. Jika jadwal dan rute dapat diandalkan, transportasi laut berpotensi menjadi pilihan yang lebih praktis bagi warga antarpulau.

Evaluasi Pete-Pete Laut diharapkan menjadi dasar perbaikan operasional berikutnya. Dengan perencanaan anggaran yang realistis, rute yang sesuai kebutuhan, dan pemeliharaan armada yang konsisten, layanan ini dapat dikembangkan untuk mendukung konektivitas masyarakat Makassar.

LAINNYA