DPRD Kota Makassar

Kekeringan Berdampak pada 47.252 Warga Makassar, Distribusi Air Bersih Dipercepat

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 15 Agu 2026 19:45 0 9 Redaksi

MAKASSAR, TERASBERITA.NEWS – Kekeringan yang diperparah fenomena El Niño menjadi tantangan serius bagi Kota Makassar pada Agustus 2026. Pemerintah kota menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan setelah ribuan keluarga dilaporkan mengalami dampak akibat terbatasnya ketersediaan air bersih.

Berdasarkan laporan detikSulsel yang terbit pada 15 Agustus 2026, status tanggap darurat ditetapkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mulai 7 Agustus 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar saat itu mencatat sebanyak 13.929 kepala keluarga atau 47.252 jiwa terdampak kekeringan.

Warga terdampak tersebar di enam kecamatan, yaitu Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala. Biringkanaya tercatat sebagai wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, yakni 14.787 jiwa. Berikutnya, Tallo dengan 10.672 jiwa dan Tamalanrea dengan 9.947 jiwa.

Data tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan penanganan darurat, terutama bagi rumah tangga yang kesulitan memperoleh air untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan sanitasi.

Pemerintah memperkuat distribusi air

Kepala BPBD Makassar M. Fadli Tahar menjelaskan bahwa penetapan status tanggap darurat dimaksudkan untuk memperkuat konsolidasi sumber daya lintas sektor. Pemerintah ingin memastikan setiap instansi memahami tugasnya, mengetahui wilayah yang menjadi prioritas, dan dapat bergerak berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Penanganan diarahkan pada distribusi air bersih dan penempatan tandon di kawasan terdampak. Dalam laporan tersebut, BPBD mencatat penempatan 17 tandon di Ujung Tanah, delapan tandon di Biringkanaya, dan 10 tandon di Tallo.

Distribusi bantuan perlu terus disesuaikan dengan hasil asesmen dan perkembangan kebutuhan masyarakat. Jumlah warga yang terdampak, kondisi sumber air, akses kendaraan pengangkut, dan kapasitas tempat penampungan menjadi faktor yang menentukan efektivitas penyaluran.

Koordinasi juga dibutuhkan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, BUMD, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, relawan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat bantuan sekaligus mengurangi risiko warga terlewat dari pelayanan.

El Niño memperparah musim kemarau

Dalam laporan yang sama, kekeringan disebut berpotensi berlangsung lebih panjang dan lebih berat dibandingkan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rekun Matandung, menjelaskan bahwa El Niño dapat memperburuk kondisi kering ketika bertepatan dengan puncak musim kemarau.

Fenomena El Niño berkaitan dengan perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola sirkulasi atmosfer dan distribusi hujan di berbagai wilayah. Ketika curah hujan berkurang, ketersediaan air pada sumber tertentu dapat menurun, sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan.

Dampak kekeringan tidak hanya terbatas pada kebutuhan rumah tangga. Ketersediaan air yang terganggu juga dapat memengaruhi kegiatan ekonomi, layanan publik, kebersihan lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut membuat penanganan perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar pengiriman air.

Pentingnya kesiapsiagaan dan pemantauan

Penanganan darurat perlu disertai pemantauan rutin terhadap wilayah yang paling membutuhkan bantuan. Pemerintah juga perlu menyampaikan informasi distribusi secara jelas agar masyarakat mengetahui lokasi layanan, jadwal penyaluran, dan saluran pengaduan ketika bantuan belum diterima.

Di tingkat rumah tangga, penggunaan air secara hemat dan penyimpanan air yang bersih dapat membantu mengurangi risiko selama pasokan terbatas. Meski demikian, langkah tersebut tidak menggantikan tanggung jawab penyediaan akses air yang layak bagi warga terdampak.

Status tanggap darurat yang diberlakukan pada Agustus merupakan informasi historis. Perkembangan kondisi, status kebencanaan, dan jumlah warga yang masih terdampak pada Oktober 2026 perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi terbaru sebelum berita ini diterbitkan.

LAINNYA