

MAKASSAR, TERASBERITA.NEWS – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan 13 fasilitas tambahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai salah satu langkah mengantisipasi potensi kemarau panjang dan memperkuat akses air bersih masyarakat.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin ketika meninjau fasilitas SPAM atau program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu, 19 Agustus 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Pemerintah ingin melihat secara langsung kondisi sumur bor, pompa, serta jaringan distribusi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air warga.
Ketersediaan air bersih menjadi perhatian penting ketika musim kemarau berlangsung dan sumber air mengalami penurunan. Fasilitas penyediaan air yang berfungsi baik dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di wilayah yang aksesnya terhadap sumber air masih terbatas.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri meninjau fasilitas di Cambaya yang memiliki lima sumur bor. Tiga di antaranya merupakan bantuan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.
Fasilitas tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui pola swadaya. Model pengelolaan berbasis masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan penggunaan fasilitas, karena warga terlibat langsung dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana.
Namun, keberlanjutan fasilitas air tidak hanya bergantung pada keberadaan sumur bor. Pengelola juga perlu memperhatikan kondisi pompa, jaringan pipa, ketersediaan energi, kebersihan sumber air, serta biaya perawatan. Jika salah satu komponen mengalami gangguan, pelayanan kepada masyarakat dapat ikut terdampak.
Karena itu, peninjauan lapangan menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan dan memastikan bantuan infrastruktur benar-benar digunakan sesuai tujuan.
Rencana penambahan 13 fasilitas SPAM diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pemerintah menghadapi risiko kekeringan. Penyediaan fasilitas tambahan dapat membantu memperluas pilihan sumber air, tetapi penentuan lokasi perlu didasarkan pada kebutuhan dan kondisi teknis setiap wilayah.
Pemerintah perlu mempertimbangkan jumlah warga yang membutuhkan pelayanan, kondisi sumber air, kelayakan pengeboran, serta kemampuan jaringan distribusi. Pembangunan juga perlu memperhitungkan kualitas air agar sumber yang tersedia aman digunakan sesuai peruntukannya.
Selain pembangunan sarana, pengelolaan jangka panjang perlu menjadi perhatian. Fasilitas yang selesai dibangun harus disertai penanggung jawab, mekanisme perawatan, dan prosedur penanganan apabila terjadi kerusakan atau penurunan pasokan.
Pelibatan masyarakat sejak perencanaan dapat membantu memastikan fasilitas sesuai kebutuhan warga. Masyarakat juga dapat berperan dalam pengawasan dan penyampaian informasi ketika terjadi gangguan pelayanan.
Penguatan SPAM merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ketika pasokan air terbatas, keluarga harus mengalokasikan lebih banyak waktu dan biaya untuk memperoleh air. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kegiatan rumah tangga, pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan.
Oleh sebab itu, kesiapsiagaan menghadapi kemarau perlu dilakukan sebelum kondisi mencapai tingkat darurat. Pemerintah dapat memadukan pembangunan infrastruktur, perawatan fasilitas yang sudah ada, pemantauan sumber air, dan penyaluran bantuan sementara ke wilayah yang membutuhkan.