
Area terbuka Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar. Foto dokumentasi. (Foto: Dok. Istimewa (via KabarMakassar.com))MAKASSAR, TERASBERITA.NEWS – Sapi-sapi di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Kecamatan Manggala, tak lagi akan memakan sampah bercampur plastik. Pemerintah Kota Makassar berencana mengarahkan sampah organik dari pasar untuk diolah menjadi pakan ternak di kawasan tersebut.
Rencana itu bagian dari penataan RPH Tamangapa yang disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kamis (3/9/2026), seperti diberitakan RRI. Pemkot juga akan membenahi pengelolaan sapi yang berada di kawasan itu.
Penataan dimulai dengan rumah maggot yang dijadikan percontohan pengolahan sampah organik oleh pemerintah. RRI mengutip Munafri menyebut kapasitasnya sekitar dua ton per bulan.
“Di sini akan kita menjadikan percontohan dari pemerintah yang mudah-mudahan ini bisa diikuti oleh masyarakat yang ada di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Adapun ANTARA mengutip angka berbeda. Menurut pemberitaan itu, Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar menyiapkan infrastruktur rumah maggot dengan target mengolah sekitar 7,2 ton sampah per bulan.
Munafri menilai kondisi RPH Tamangapa saat ini belum optimal. Menurutnya, aset bernilai besar tidak semestinya dibiarkan tidak produktif.
“Sayang sekali aset-aset kita yang begitu besar dan banyak gunanya itu idle seperti ini,” katanya.
Pemkot juga menyiapkan perubahan status pengelolaan RPH agar lebih fleksibel menjalankan kegiatan bisnis, termasuk kerja sama antarbisnis atau business to business (B2B).
Menurut Munafri, keterbatasan anggaran membuat RPH sulit bergerak dalam kondisi sekarang. “RPH akan sangat sulit untuk bergerak dengan keterbatasan anggaran yang mereka miliki,” ucapnya, dikutip ANTARA.
Ia berharap optimalisasi RPH dapat menambah pendapatan daerah sekaligus membuka lapangan kerja.
“Kalau ini aktif, angkatan kerja pasti akan terserap dengan baik,” ujarnya.
Pemkot menargetkan kawasan ini menjadi ekosistem yang menghubungkan pengelolaan sampah, peternakan, dan pertanian perkotaan.